7 Pemain Premier League yang Gagal Bersinar: Dari Flop Menjadi Bintang – Premier League dikenal sebagai salah satu liga paling kompetitif di dunia. Banyak pemain berbakat yang datang dengan harapan besar, tetapi tidak semuanya mampu memenuhi ekspektasi. Beberapa di antaranya bahkan dicap sebagai flop, gagal menunjukkan performa terbaik, dan akhirnya harus mencari jalan lain untuk menghidupkan kembali karier mereka.
Menariknya, beberapa pemain yang dianggap gagal di Premier League justru mampu bersinar di liga lain atau kompetisi Eropa. Artikel ini akan membahas 7 pemain flop Premier League yang akhirnya menemukan kesuksesan di tempat lain.
1. Jadon Sancho (Manchester United)
Jadon Sancho datang ke Manchester United dengan ekspektasi tinggi setelah tampil luar biasa bersama Borussia Dortmund. Namun, ia kesulitan beradaptasi dengan gaya permainan Premier League dan gagal menunjukkan performa terbaiknya. Setelah kembali ke Dortmund, Sancho kembali menemukan performa terbaiknya dan bahkan tampil di final Liga Champions.
2. Joselu (Newcastle United, Stoke City)
Joselu pernah bermain di Premier League bersama Newcastle United dan Stoke City, tetapi gagal menunjukkan ketajaman sebagai striker. Namun, setelah pindah ke La Liga, ia berkembang pesat dan menjadi bagian penting dari skuat Real Madrid yang memenangkan Liga Champions.
3. Eric Maxim Choupo-Moting (Stoke City)
Choupo-Moting mengalami musim yang buruk di Stoke City, tetapi kariernya berubah drastis setelah pindah ke PSG. Ia bahkan bermain di final Liga Champions 2020 bersama PSG sebelum akhirnya bergabung dengan Bayern Munchen.
4. Diego Forlán (Manchester United)
Diego Forlán gagal memenuhi ekspektasi di Manchester United, tetapi setelah pindah ke La Liga, ia menjadi salah satu striker paling mematikan di dunia. Bersama Villarreal dan Atletico Madrid, Forlán memenangkan Sepatu Emas Eropa dan menjadi legenda sepak bola Uruguay.
5. Romelu Lukaku (Chelsea, Manchester United)
Lukaku mengalami pasang surut di Premier League, terutama saat bermain RTP Spaceman untuk Chelsea dan Manchester United. Namun, setelah pindah ke Inter Milan, ia menjadi salah satu striker terbaik di Serie A dan membantu klub meraih gelar juara.
6. Memphis Depay (Manchester United)
Depay gagal bersinar di Manchester United, tetapi setelah pindah ke Lyon dan Barcelona, ia menjadi pemain kunci dengan kontribusi besar dalam mencetak gol dan assist.
7. Paulinho (Tottenham Hotspur)
Paulinho dianggap sebagai pembelian gagal oleh Tottenham, tetapi setelah pindah Mahjong ke Liga Super China dan kemudian Barcelona, ia menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang yang solid dan berkontribusi besar bagi tim.
Kesimpulan
Premier League adalah liga yang penuh tekanan dan ekspektasi tinggi. Tidak semua pemain mampu beradaptasi dengan cepat, dan beberapa di antaranya harus mencari jalan lain untuk membuktikan diri. Kisah para pemain di atas menunjukkan bahwa kegagalan di satu tempat bukan berarti akhir dari karier mereka. Dengan kerja keras dan kesempatan yang tepat, mereka mampu bangkit dan menjadi bintang di liga lain.